Kamis, 01 Agustus 2013

Enak benar jadi anak jenderal bisa sewenang-wenang di Jakarta

Fenomena orang yang mengaku-ngaku anak jenderal dan membuat ulah masih sering terjadi. Kemarin, seorang pengendara Honda Jazz memaksa petugas TransJakarta untuk membuka portal busway. Sang pengendara pun menggertak petugas bahwa dirinya anak jenderal.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M Nasser malu mendengar peristiwa tersebut. Menurutnya, tak seharusnya gelar jenderal dapat digunakan untuk hal-hal semacam itu, apalagi untuk mengancam petugas busway TransJakarta atau yang lain.

"Jelas kita keberatan ya. Kalau ada anak polisi pangkat apa saja tapi kalau sampai anaknya mencari keistimewaan dalam interaksi masyarakat, ya itu sama sekali tidak benar. Padahal dia jelas melanggar aturan dan norma. Begitu banyak juga yang tidak ada hubungannya dengan polisi tapi dia tetap ngaku-ngaku jadi keluarga polisi," kata Nasser saat dihubungi merdeka.com, Selasa (30/7).

Menurut Nasser, hal semacam itu seharusnya bisa dihentikan dan dilawan oleh masyarakat. Sebab fenomena semacam ini dapat memberikan dampak yang negatif pada polisi.

"Ini nanti bisa membuat polisi jadi bulan-bulanan. Polisi jadi tambah tak disukai oleh masyarakat dan menjadi sesuatu yang dibenci," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Nasser berharap pengawas internal kepolisian seperti Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) harus segera turun tangan. Karena jika tidak segera ditangani, akan ada ketakutan masyarakat semakin berpadangan buruk kepada kepolisian.

"Irwasum harus turun dan cari tahu ini benar apa nggak, ini benar anak polisi atau malah cuma ngaku-ngaku aja. Kalau dia memang betul keluarga Polisi, kalau perlu bapaknya juga diberi sanksi, itu kan sama aja ketidakmampuan mendidik anak. Tapi kalau memang terbukti cuma ngaku-ngaku ya tetap dianggap sebagai penistaan pada kepolisian. Tetap harus disidik supaya ada efek jera," papar Nasser.

Sebelumnya, seorang pengendara mobil Honda Jazz berwarna silver berani memaksa petugas bus TransJakarta koridor II, jurusan Pulogadung-Harmony untuk membuka portal busway. Untuk menakut-nakuti petugas dia pun mengaku dirinya anak seorang Jenderal aktif di Mabes Polri.

Dalam penelusuran wartawan, mobil Honda Jazz berwarna silver tersebut bernomor plat B 1011 UKF yang terdaftar atas nama Herman Gunawan. Beralamat di Jalan Sunter Hijau 1 Blok W2/17, RT 1 RW 10, Sunter, Jakarta Utara.

Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono menjelaskan, Polisi masih menyelidiki apakah pada saat itu Herman yang mengendarai atau bukan. "Kita masih selidiki," kata Hindarsono, Selasa (30/7).
Sumber: Merdeka.com

Buah Zakar Besar, Sehat atau Tidak?

Penelitian baru mengungkapkan bahwa pria dengan ukuran testis besar ternyata lebih berisiko terhadap penyakit jantung, darah tinggi, dan menjadi peminum berat alkohol.
Testis adalah kelenjar kelamin jantan pada pria yang terdapat pula pada hewan. Pria memiliki dua buah testis yang dibungkus dengan skrotum. Fungsi dari testis itu sendiri adalah sebagai sistem reproduksi dan sistem endokrin yang berperan memproduksi sperma dan hormon seks pada pria seperti testosteron.Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa memiliki ukuran testis yang besar berarti memiliki reproduksi yang baik dan sehat. Namun baru-baru ini sebuah penelitian baru menemukan bahwa pria yang memiliki ukuran testis besar cenderung lebih rentan terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan juga menjadi peminum berat alkohol.
Para peneliti dari University of Florence, Italia, percaya bahwa memiliki testis yang besar adalah salah satu tanda gangguan kesehatan sehingga bisa mambantu para dokter untuk memprediksi risiko penyakit jantung seseorang.
“Meskipun secara umum diasumsikan bahwa memiliki ukuran testis yang besar dapat memprediksi kebugaran reproduksi, namun hasil penelitian kami memberikan wawasan yang lebih luas tentang kesehatan secara keseluruhan dan risiko penyakit kardiovaskular,” kata Giulia Rasterelli, MD, PhD. pemimpin penelitian ini kepada The Telegraph kemarin (31/7).
Para peneliti mempelajari 2.809 pria yang mengunjungi klinik kesehatan seksual, lalu mereka mencatat ukuran testis dan kemudian menguji kadar hormon mereka sebelum menganalisa kesehatan 1.395 pria selama tujuh tahun.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa pria dengan ukuran testis besar ternyata lebih rentan untuk terkena penyakit jantung dibanding dengan mereka yang memiliki ukuran testis kecil. Selain itu mereka juga menemukan bahwa para pria pemilik testis besar memiliki level luteinizing hormone(hormon pengontrol produksi testosteron) yang tinggi sehingga memengaruhi ukuran testis dan dapat mengganggu sistem kardiovaskular.
Para peneliti menyatakan bahwa penelitian mereka didasarkan pada pria yang memiliki masalah dengan disfungsi seksual, oleh karena itu temuan mereka ini tidak berlaku bagi semua orang.
“Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk memperjelas determinan dan mekanisme pembesaran testis yang bisa memediasi peningkatan risiko penyakit kardiovaskular,” tutup para peneliti. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam The Journal of Sexual Medicine

Sabtu, 25 Mei 2013

Ini Sebabnya Nyamuk Malaria Gemar Mengisap Darah Manusia


Penelitian di Inggris menemukan fakta unik tentang mengapa nyamuk malaria sangat tertarik untuk mengisap darah manusia.
Ini-Sebabnya-Nyamuk-Malaria-Gemar-Mengisap-Darah-Manusia
Tim peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM), Belanda, mendata berbagai cara penularan penyakit malaria pada manusia.
Studi tersebut menemukan bahwa saat nyamuk berpindah ke tubuh seseorang dia akan bereproduksi dan menginfeksi. Dan salah satu penyebab ketertarikan nyamuk malaria menempel di tubuh seseorang adalah karena bau keringat orang yang bersangkutan.
Kesimpulan ini didapat setelah peneliti menganalisa nyamuk malaria yang telah terjangkitPlasmodium falciparum, sebuah parasit mematikan yang dapat menginfeksi tubuh manusia. Nyamuk tersebut ditempatkan dalam box yang didalamnya terdapat beberapa stocking yang salah satunya sudah digunakan selama 20 jam oleh pemiliknya.
Dari penelitian tersebut diketahui bahwa dari beberapa stocking yang diletakkan di dalam box,stocking yang sudah dikenakan selama 20 jam tersebut dihinggapi lebih banyak nyamuk malaria ketimbang stocking lainnya, seperti diberitakan BBC.
Inilah yang menjadi kesimpulan peneliti bahwa bau keringat merupakan aroma pemikat yang sangat menarik bagi nyamuk malaria untuk mengisap darah dan menginfeksi tubuh seseorang.
Hasil studi ini telah dimuat dalam jurnal Plos One. (dan)

Makanan Serba Instan, Enak tapi Berbahaya


Di setiap artikel kesehatan, makanan instan selalu masuk ke dalam blacklist untuk tidak dikonsumsi. Bukannya diskriminatif, tapi memang benar ada alasannya kenapa itu harus dijauhi. Seperti mie instan yang termasuk karbohidrat sederhana sehingga sangat mudah meningkatkan kadar gula dalam darah dan berefek akan cepat mudah merasa lapar kembali. Begitu juga dengan snack yang digoreng, yang banyak mengandung radikal bebas. Di samping itu, proses penggorengan membuat sel darah merah menggumpal dan membuat tubuh kesulitan untuk mendistribusikan sel darah merah yang mengandung nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Termasuk juga, burger dan hotdog, karena bahan dasar makanan tersebut, yaitu sosis dan burger patty, merupakan bahan makanan yang diawetkan. Nutrisionis Emilia Achmadi mengatakan bahwa ada harga yang harus dibayar ketika berani mengonsumsi makanan yang cepat diolah dan disantap ini. Jadi, mulailah bijak untuk memilih makanan mana yang enak tapi tak baik untuk tubuh, dan mana yang sehat.

Lupa kapan terakhir kali berolahraga
Tubuh diciptakan Tuhan untuk bergerak dan mengeluarkan keringat. Dr. Phaidon L. Toruan, praktisi gaya hidup sehat, menegaskan hal ini dengan menekankan olahraga sebagai sebuah kebutuhan, bukan tuntutan. Apalagi dalam kaitannya dengan kadar gula darah, gula disimpan di dalam sel lemak, kemudian di dalam sel lemak tersebut gula diubah menjadi lemak. Bila gula terus dibiarkan menumpuk, maka sel lemak akan bertambah besar, banyak, dan membuat tubuh gemuk. Bukan hanya bentuk tubuh yang berubah, namun kontrol gula darah pun ikut berantakan. Karena, kemampuan sel-sel otot di tubuh untuk menyerap glukosa menjadi terganggu dan membuat kadar pembakaran glukosa untuk menjadi energi baru terhambat. Olahraga untuk kesehatan sebenarnya tak mewajibkan yang rumit dan berbiaya mahal. Dengan rutin jogging selama 45 menit dalam tiga kali seminggu saja, kamu sebenarnya sudah meningkatkan massa otot dan mengurangi lemak di pinggung, yang berefek pada membaiknya kadar gula dalam darah.

Hobi makan makanan manis
Hidangan pencuci mulut, tren cake yang bergulir bergantian, atau minuman bubble tea yang jadi perbincangan, adalah sebagian sumber gula yang berada di kehidupan sehari-hari. Sesekali mengonsumsinya, lalu diseimbangkan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat serta makanan berbahan dasar tepung terigu, boleh-boleh saja. Namun, apa jadinya tubuh ini kalau kamu dengan liberal mengonsumsi makanan serta minuman manis tersebut, tapi tak melakukan apa-apa untuk menghindarkan dirimu dari diabetes? Perlu diketahui, bahwa gula, terutama gula putih atau gula pasir, adalah jenis pemanis yang sangat jahat karena sangat cepat meningkatkan kadar gula dalam darah. Semakin tinggi kadar gula, pankreas akan bekerja semakin keras untuk menghasilkan insulin, hormon penyeimbang kadar gula agar gula bisa dimasukkan ke dalam sel tubuh. Jika dalam sehari saja konsumsi gula yang harus distabilkan oleh pankreas sudah terhitung banyak, jangan terkejut kalau baru berusia 30 tahunan saja kamu sudah memiliki masalah dengan kadar gula karena organ tersebut bekerja terlalu keras selama ini dan produksi insulin yang menjadi “penawar” tak mencukupi kebutuhan. Mengerikan, bukan? Tapi, bukan berarti yang manis-manis tak bisa kamu nikmati lagi. Kamu hanya perlu mengganti pemanis yang biasanya dipilih dengan gula aren atau madu, karena kedua jenis pemanis tersebut diolah tubuh secara sederhana tanpa harus melibatkan kerja keras pankreas.

Stress…stress…stress
Istilah ini bukan kata asing lagi untuk siapa saja, apalagi bagi kamu yang menjalani multiperan sebagai istri, ibu, dan karyawati. Dianggap remeh, stress atau beban pikiran yang dibiarkan berlarut-larut, sebenarnya menimbulkan respons tubuh dengan memproduksi hormon stress, yaitu kortisol. Fungsi hormon ini adalah untuk memecah sumber energi  tubuh, otot, dan lemak, untuk diubah menjadi gula agar stress bisa teratasi. Nah, bisa disimpulkan dengan logika mudah, kalau semakin lama stress dibiarkan, maka akan semakin banyak kortisol diproduksi dan akhirnya menjadikan kadar gula meningkat. Solusi mengelola stress ada dua, yaitu psikis dan fisiologis. Secara psikis, stress yang sedang diderita dicari jalan pemecahannya dengan bantuan dari tenaga ahli atau kerabat dekat. Lalu, itu diimbangi secara fisiologis dengan berolahraga. Ketika berolahraga, tubuh yang bergerak lalu berkeringat itu akan membakar lemak, mengurangi beban tubuh, dan meningkatkan hormon endorphin yang berefek rileksasi dan mengurangi stress. Bisa dibilang, olahraga sebenarnya jadi obat untuk segala penyakit yang dilakukan oleh tubuhmu dan untuk kesehatanmu juga.