Sabtu, 03 Agustus 2013

Pemain Terbaik Dunia U-14 Berasal dari Indonesia!

Putera terbaik Indonesia mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional. Kali ini, giliran ranah sepakbola junior yang membawa seorang anak bernama Muhammad Firman, menjadi pemain terbaik dunia usia 14 tahun. Penghargaan ini didapatnya setelah membawa Indonesia menjuarai Gothia Cup pada pertengahan Juli lalu.
Firman yang bergabung bersama tim ASIOP Apacinti SKF, berangkat menuju Gothenburg, Swedia untuk mengikuti 'Piala Dunia Anak-anak' yang biasa digelar tahunan tersebut bersama 17 pemain lainnya. Dalam ajang kali ini, ASIOP Apacinti SKF sebagai salah satu tim yang mewakili Indonesia sukses menjadi runner-up di kategori U-14.
Perjalanan Firman bisa menjadi pemain terbaik dunia usia 14 tahun dimulai sejak timnya melumat beberapa tim dari negara lain dengan skor telak seperti saat melawan US Chantily (Amerika Serikat) dengan skor 3-0.
Posisi bermain Firman yakni sebagai striker membuat naluri mencetak golnya dalam ajang tersebut makin menggila. Tercatat, selama berlaga dari tanggal 18 hingga 22 Juli lalu, Firman sukses membukukan sebanyak delapan gol. Ini juga lah yang mengantarkan Firman menjadi top skorer dalam kategori tersebut.
Dengan raihan tersebut, Firman pun sukses menyingkirkan ratusan pemain muda lainnya dari seluruh dunia untuk mendapatkan gelar tersebut. Meskipun gelar itu bukan menjadi tujuan utamanya, kualitas Firman membuktikan bahwa ia memang pantas diganjar pengahargaan tersebut.
(syf)

Bocah Ini Terjebak di Mesin Mainan Boneka

Kelakuan anak-anak memang belum memikirkan tentang bahaya dari perbuatannya. Hal ini pun terjadi pada seorang anak perempuan yang masuk ke dalam mesin pengambil boneka. Aksi bocah ini pun membuat dirinya terjebak di dalam kotak mesin tersebut, dan membuat orang tuanya terkejut.
Dilansir dari Mirror, bocah berusia 4 tahun yang tak diketahui namanya tersebut tiba-tiba memanjat mesin pengambil boneka setelah dirinya merasa putus asa tidak bisa mengambil boneka yang ada di dalam mesin mainan tersebut.
Melihat kejadian tersebut, sang orang tua pun panik menyadari bahwa anak perempuanya terjebak dalam mesin pengambil boneka. Sementara kondisi bocah tersebut berdiri dengan tenang diantara mainan boneka.
Kemudian salah satu staf Thorpe Park di Surrey, Inggris, mengatakan bahwa bocah perempuan itu terkunci di dalam mesin mainan dan akhirnya petugas keamanan membuka pintu samping untuk menyelamatkan bocah berbaju merah itu.
“Gadis kecil di mesin pengambil boneka itu tidak berkata apa-apa, tapi ayahnya tampak cukup khawatir,” tutr Salah satu pengunjung, Nicola Swift.
“Ada banyak orang yang berdiri di sekitar mesin mainan itu sambil menonton bocah yang terjebak di dalam mesin itu. Mereka mencoba untuk mendorong pintu keluarnya, tetapi mereka tidak bisa melakukannya. Hal itu sangat aneh, karena gadis itu tampaknya tidak peduli sama sekali,” tambahnya.

Kamis, 01 Agustus 2013

11 Tip Mudik Sehat

Mudik sudah menjadi  budaya bagi masyarakat, khususnya menjelang lebaran ini. Tujuan dari mudik sendiri, bersilaturahmi bertemu keluarga besar dan kawan lama yang telah lama tidak berjumpa.
Perjalanan mudik harus dipersiapkan dengan baik, agar saat di tempat tujuan kita tetap dalam keadaan sehat. Kelelahan merupakan kondisi yang umum terjadi jika seseorang melakukan perjalanan darat yang panjang dan lama.
Kelelahan berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh dan akhirnya, "Membuat tubuh kita mudah terinfeksi oleh kuman atau virus, terutama bakteri dan virus penyebab penyakit infeksi usus (diare) dan penyakit infeksi saluran pernafasan atas (flu, batuk-pilek, dan sakit tenggorokan).
Berikut ini 11 tip sehat mudik lebaran agar terhindar dari penyakit :
1. Istirahat cukup sebelum berangkat, terutama bagi pemudik yang menggunakan jalan darat, mengingat waktu sampai ketempat tujuan tidak bisa diprediksi.
2. Bagi pemudik yang memang kebetulan membawa kendaraan sendiri, sebaiknya ada beberapa anggota keluarga yang siap membawa kendaraan secara bergantian.
3. Manfaatkan tempat istirahat untuk bisa melakukan olahraga kecil dan bisa melakukan gerakan relaksasi, khususnya kaki, tangan, dan leher.
4. Manfaatkan juga tempat istirahat untuk bisa buang air kecil agar jangan sampai menahan kencing yang akan berakibat pada infeksi saluran kencing.
5. Bagi para pemudik yang tetap ingin melakukan ibadah puasa, diusahakan agar perjalanan mudik pada saat sehabis buka.
6. Jangan membeli makanan dan minuman di pinggir jalan, mengingat kualitas makanan dan minuman yang belum tentu terjaga dengan baik karena selalu terpapar dengan panas. Terutama untuk makanan dan minuman rumahan (hand made).
7. Bagi para pemudik yang akan membawa makanan untuk bekal selama perjalanan, usahakan membawa makanan kering, jika tetap juga ingin membawa bekal makanan selama perjalanan harus diperhatikan bahwa makanan basah atau nasi dan lauk-pauk yang dibawa tidak dikonsumsi kurang dari 6-8 jam setelah pembuatan.
8. Jangan lupa membawa obat-obatan sederhana, antara lain obat anti diare, obat sakit kepala, obat anti alergi, obat anti mual-muntah, khususnya untuk mencegah mabuk perjalanan, serta obat sakit maag.
9. Jangan lupa membawa obat-obat rutin dikonsumsi untuk penderita penyakit kronis, misalnya penderita kencing manis, hipertensi, penderita asma, kolesterol tinggi, dan asam urat.
10. Mudik pada malam hari merupakan pilihan yang tepat, mengingat suhu udara yang lebih dingin dan perjalanan yang lebih lenggang.
11. Hindari membawa barang bawaan berlebihan. Lebih baik barang bawaan, khususnya oleh-oleh, dipaketkan terlebih dahulu.
"Mudik tidak bisa dicegah, tapi badan kita juga harus sehat saat lebaran nanti," pesan Bara Band

Polisi Kawal Pemudik Motor

(Antara) - Guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas saat arus mudik maupun arus balik, pemerintah mengimbau pemudik untuk tidak menggunakan sepeda motor. Meski demikian tidak ada sanksi bagi pengendara sepeda motor yang akan melakukan perjalanan mudik. Pemudik bersepeda motor justru akan dikawal untuk menekan angka kecelakaan.

2.080 Metromini di Jakarta Tidak Layak Jalan

 Kepala Pusat Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan, M. Soleh Thahir, mengatakan sebagian besar Metromini yang berada di Jakarta tak lolos uji KIR atau kelaikan kendaraan. Dari 3.168 Metromini yang beroperasi, hanya 1.088 yang lolos uji KIR.
"Ada 2.080 yang tidak laik jalan," kata Soleh, Kamis, 1 Agustus 2013. Menurut dia, kendaraan-kendaraan itu tidak berani mengikuti uji KIR karena tidak memenuhi syarat minimal untuk mengikuti uji kelaikan.
Menurut dia, banyak sopir dan pengusaha yang akhirnya mencuri-curi untuk mengoperasikan bus mereka. Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono mengatakan mereka biasanya mengambil celah operasi setelah pukul 16.00 WIB. "Soalnya Dishub hanya bertugas di lapangan dari jam 6 pagi sampai jam 4 sore," katanya. Setelah itu, tak ada lagi petugas yang mengawasi kelaikan kendaraan yang lewat.
Selain itu, Pristono menyebutkan bahwa sebagian besar kendaraan umum di Jakarta sudah tua. "Tujuh puluh dua persennya berusia lebih dari tujuh tahun," katanya. Sekitar 15.926 kendaraan umum di Jakarta diproduksi sebelum 2005 dari total 22.042 kendaraan.
Perinciannya, dari 4.969 bus sedang yang beroperasi, 4.890 di antaranya diproduksi sebelum tahun 2005. Adapun 2.288 bus besar juga diproduksi sebelum tahun 2005 dari total armada sebanyak 2.881 bus. Sedangkan dari 14.192 bus kecil atau angkutan kota, 8.748 di antaranya juga berusia lebih dari tujuh tahun.
Oleh sebab itu, tak mengherankan jika kondisi bus sedang saat ini memprihatinkan. "Mereka jadi kucing-kucingan. Begitu tidak diawasi, mereka keluar," ujar Pristono.

Solaria Belum Bersertifikat Halal

Majelis Ulama Indonesia belum memberikan sertifikat halal kepada restoran Solaria yang banyak bertebaran di pusat perbelanjaan.
Pengumuman ini termuat pada situs HalalMUI. Disebutkan, informasi tersebut disampaikan terkait banyaknya pertanyaan dari masyarakat mengenai kehalalan restoran Solaria.
Papar pengumuman itu, MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) belum pernah melakukan pemeriksaan atas produk makanan/minuman. Begitu pun mengeluarkan sertifikat halal untuk restoran Solaria di mana pun.
"Sehingga, MUI tidak menjamin kehalalan makanan/minuman yang disajikan oleh restoran Solaria," ungkap pengumuman.
MUI menegaskan, ini disampaikan untuk menjawab kebingunan masyarakat serta demi melindungi umat Islam dari makanan yang tidak terjamin kehalalannya.

Menikah 75 Tahun, Meninggal Hanya Selisih Satu Hari

Sepasang suami-istri asal California ini sungguh pasangan sehidup semati. Mereka lahir di hari yang sama, menikah selama 75 tahun, lalu meninggal hanya selisih satu hari.

Seperti diberitakan Long Beach Press-Telegram, Helen dan Les Brown meninggal dunia pada 16 Juli dan 17 Juli secara berurutan. Keduanya berusia 94 tahun.
 
Zach Henderson, pemilik Ma N'Pa Grocery di Long Beach di California, mengungkapkan bahwa ia melihat pasangan itu hampir setiap hari dan menjuluki hubungan mereka sebagai “berkat yang luar biasa”.
 
“Sekitar satu tahun lalu, [Helen] meletakkan tangannya di wajah suaminya dan pipi mereka saling bersentuhan,” ujar Henderson. 

“Helen mengatakan, ‘ia adalah pria paling tampan yang pernah kau lihat, iya kan?’ Seperti itulah mereka berdua. Keduanya penuh cinta dan kasih sayang.”
 
Menurut Press-Telegram, pasangan tersebut dilahirkan di hari yang sama, yakni 31 Desember 1918, dan kawin lari pada 1937 setelah bertemu di SMA.
 
Henderson membeberkan bahwa meskipun pasangan itu usianya sudah menginjak 90-an, mereka masih tetap aktif di masyarakat dan bersikeras supaya panggung band lokal didirikan di depan rumah mereka saat diadakan pesta untuk warga setempat.
 
“Mereka orang-orang yang sangat menyenangkan serta berhati mulia,” ujar Henderson.

Pasangan tersebut menganut Saksi Yehova dan putra tertua mereka, Les Brown Jr., membeberkan kepada Press-Telegram bahwa iman mereka memperkuat pernikahan keduanya.
 
“Mereka berdua memang pasangan sejati, iya kan?” ucap Les Brown Jr. “Selama 75 tahun mereka menghabiskan hari-hari mereka bersama-sama.”
 
Les Brown dilaporkan mengidap penyakit Parkinson dan Helen Brown menderita kanker perut. Namun, Henderson mengatakan bahwa ia tidak pernah menyadari bahwa Helen Brown sakit, meskipun ia mengantarkan barang kebutuhan sehari-hari ke rumah mereka hampir setiap hari.
 
“Helen sangat kognitif,” ujar Henderson, menggambarkan bagaimana ia bertemu Helen Brown beberapa hari sebelum kematiannya. 

“Sepertinya ia menunggu supaya Les merasa nyaman dan mereka akan beralih ke sesuatu yang baru bersama-sama.”
 
Upacara untuk memperingati kepergian pasangan tersebut akan digelar pada Sabtu siang di Long Beach, California.